Minggu, 03 April 2016

Esok, Lail dan Hujan

Tere Liye - Hujan

Hi guys, udah lama gw gak ngeposting dan hari ini gw kembali
gw baru aja selesai ngebaca salah satu novel yg ngebuat gw baper parah -_-
gak kebayang gimna sih bang Tere Liye bisa ngebuat cerita sebagus ini. hikss
kayak nya gw mau cerita sedikit aja kisah dari novel itu dan gw sih cuma berniat review gak bermaksud spoiler hehehe.
penasaran kan gimana sih isi novel ini sampe ngebuat gw baper parah?
check it out!

Soke Bahtera, biasa dipanggil Esok oleh orang terdekatnya. nama nya cukup aneh, tapi nama ini yg selalu terngiang di pikiran Lail, seorang gadis berambut panjang yg kalo gw sih ngebayangin Lail itu tinggi semampay, berparas manis dan enak banget dipandang. novel ini mengisahkan kehiidupan manusia pada Tahun 2042, dimana pada tahun itu jumlah manusia di bumi ini sudah mencapai angka 10 Milyar, dengan angka penduduk bumi sebanyak itu kebayangkan kalian betapa banyak SDA yg dibutuhkan manusia? walaupun pada masa itu teknologi sudah sangat maju tidak menutup kemungkinan manusia masih membutuhkan SDA, hal itu gak pernah terpikirkan oleh manusia pada masa itu, dengan kelahiran bayi ke 10Milyar itu manusia semakin terlena bahkan perayaan terjadi diseluruh penjuru dunia. salah seorang prof saat itu diinterview salah satu stasiun televisi berpendapat bahwa hal itu adalah bencana bukan untuk dirayakan, dan prof itu berpendapat bahwa untuk mengurangi jumlah manusia di bumi ini satu-satu nya cara adalah bencana alam. saat itu Lail baru berusia 13tahun dan sedang berada di kereta bawah tanah bersama ibu nya saat berada diperjalaanan menuju ke sekolah dan saat itu juga Lail melihat breaking news dan tidak lama setelah prof di dalam tv itu mengatakan bencana alam, dan kereta yg ia tumpangi sedang berada di terowongan yg cukup panjang, kereta terhenti tiba-tiba dan seluruh penumpang terguncang di dalam kereta dan tidak mengerti apa yg sebenarnya terjadi, mereka diarahkan untuk keluar dan mengikuti instruksi dari petugas, saat terjadi gempa susulan terjadi dan seluruh penumpang telah keluar dari kereta sebagian tiarap tetapi banyak juga yg berlari ke arah kereta lagi karena mereka menganggap mungkin akan lebih aman jika mereka kembali lagi, tapi takdir berkata lain tanah diatas kereta itu tiba-tiba ambruk dan menimbun kereta, warga yg masih selamat terus mengikuti instruksi petugas untuk memanjat tangga darurat yg tinggi nya mencapai 40m (seinget gw sih gitu), lail memanjat tepat dibelakang Esok tapi saat itu mereka belum saling mengenal satu sama lain, ibunya lail memanjat setelah lail. Esok sudah lebih dahulu sampai dipermukaan sambil terus mengamati kedalam lubang darurat itu, sedikit lagi lail sampai dipermukaan tapi anak tangga dari dasar mulai runtuh, lail mulai ragu tetapi ibu nya terus memaksa Lail untuk terus memanjat hingga akhirnya ibunya lail pun ikut terjatuh kedasar 40m itu, lail dengan refleks melepaskan satu pegangan tangannya walau tetap tidak dapat meraih ibunya, anak laki-laki dari permukaan (Esok) menarik tas ransel yg dikenakan lail dan menariknya ke permukaan walaupun Lail meronta. intinya sejak saat itu Esok menjadi orang yg paling penting dalam hidupnya Lail, bahkan Lail sanggup menuggu 1Tahun untuk bertemu dengan Esok.
terus apa hubungannya dengan Hujan?
Hujan itu menjadi saksi setiap kisah hidup dari Lail baik kisah suka maupun duka, bahkan kisah heroik Lail terjadi saat hujan.
tapi setelah gw diingetin sama salah satu temen gw, kalo Lail juga suka hujan karena hujan menutupi tetesan air mata nya biar dia gak keliatan kalo lagi nangis. sedih ya "_''
gw recomend kalian buat baca novel ini, karena ceritanya itu bukan cuma romance gak jelas tapi kalian bakal ketemu hal-hal yg kalian mungkin sebelumnya belum tau. nambah wawasan pastinya, kalo bang tere liye baca tulisan alay gw ini gw cuma pengen bilang "bang novel ini harus dijadiin film, kalo aja gw punya rumah produksi mmungkin udah gw jadiin film nih novel" hehehe
diakhir cerita ada quotes yg menurut gw bagus banget, buat kalian para makhluk yg gak bisa move on atau ada kisah yg bener-bener pengen kalian lupain wkwkwkwk
"Bukan melupakan yg jadi masalahnya. tapi menerima. barangsiapa yg bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa melupakan."
-Tere Liye-
thanks for read my blog, just have fun, and dont forget to be happy!

2 komentar:

  1. Balasan
    1. hohohoho, jadi aku harus pakek bhs plg gitu? wkwkwkwkwk
      lokak dak ngerti uong wkwkwk

      Hapus