Entah apa yang ada dipikiran para
pemuda Indonesia saat ini, hari ini tepatnya 9 Ramadhan 1437 adalah hari ulang
tahun kemerdekaan Republik Indonesia (jika dihitung dalam Tahun Hijriah),
pemuda Indonesia terancuni oleh candu yang menghilangkan rasa kepedulian mereka
terhadap keadaan bangsanya, kelangsungan hidup bangsanya, dan juga masa depan
bangsanya.
Memang tidak semua acuh dengan
problematika ini, tetapi tidakkah kalian sadar bahwa hanya segelintir pemuda
yang benar-benar peduli dengan nasib bangsa nya mau mendedikasikan jiwa muda
nya untuk negeri ini. Demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih maju, aman,
dan sejahtera.
Agent of change, mungkin kata itu
sudah cukup familliar ditelinga kita, bahkan mungkin sebagian dari kita merasa
muak dengan kata itu. Pemuda yang didefinisikan sebagai agen perubahan, tak
selamanya memberikan perubahan positif bagi lingkungan nya, bahkan tak jarang
perubahan negatif lah yang ditimbulkan. Masa depan bangsa Indonesia ada
ditangan pemuda nya. Melihat fenomena sikap pemuda Indonesia yang acuh
menimbulkan tanda tanya dikepala kita, siapa agitator nya?
Jika kita mengingat kembali salah
satu teori perang yang cukup terkenal dari dua orang pemikir militer Sun Tzu
dan Carl Von Clausewitz hidup dari beberapa abad yang lalu, yaitu Center of
Gravity. Dimana teori perang ini mencari titik keseimbangan musuh, dan memberikan
pukulan terus-menerus hingga akhirnya musuh itu terjatuh.
Tidakkah kita sadar bahwa saat
ini negara asing sudah mengetahui CoG Indonesia? Saat ini kita sedang dijajah,
kita sedang dipukul dan tidak butuh waktu yang lama lagi untuk terjatuh. Banyak
pemuda Indonesia saat ini hanya bisa menyalahkan, tetapi tak bisa memberikan
aksi nyata. Hanya bisa berkomentar “seharusnya pemerintah itu begini...,
seharusnya begitu...” ,Selalu mempertanyakan apa yang bisa Negara lakukan untuk
ku? tetapi tidak pernah menanyakan apa yang bisa aku lakukan untuk negara ini?,
seperti kata John F.Kennedy 'Ask not what your country can do for you; ask what
you can do for your country.' Kalimat singkat yang menampar dengan cukup keras.
Jadi siapakah agitator nya? Hanya
butuh jawaban singkat untuk menjawab pertanyaan ini, “Teknologi”, kenapa selalu
teknologi yang disalahkan? Bukankah teknologi mempermudah kehidupan kita?
Teknologi tidaklah bersalah,
tetapi penyalahgunaan nya lah yang menjadikan teknologi sebagai agitator muncul
pengaruh negatif dalam diri pemuda Indonesia. Sifat malas, acuh, dan hanya bisa
berkomentar, itu muncul dan menjadi candu tersendiri bagi KITA, Para Pemuda
Indonesia.
Terus apa sebenarnya CoG bangsa Indonesia?
PEMUDA NYA
Penerus masa depan Indonesia dan
kunci masa depan Indonesia.
71 Tahun, bukan lagi angka yang
muda, bukan lagi saatnya kita bermain-main dengan keadaan, kini adalah saat nya
kita bergerak, tunjukan kepada dunia bahwa Indonesia bisa. Tunjukan aksi nyata
kalian sobat! Tak usah kalian keluarkan jutaan aksara untuk menyatakan
kekecewaan kalian, tapi tunjukan satu saja aksi nyata bahwa kita bisa
memberikan perubahan hebat.
Dirgahayu Indonesiaku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar